Abu Nawàh Kageugröp, Kageugröp Kakeuh....

Menggali informasi dan mencoba untuk berbagi

  • Home
  • About
  • Blogger
  • LiNk
Home » Opini » Politik dan Moralitas

26 Juli, 2011

Politik dan Moralitas

WRITTEN BY SAIFUDDIN BANTASYAM

DOSEN FH UNSYIAH, DIREKTUR PUSAT STUDI PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK UNSYIAH


Ada banyak pertanyaan yang mengganggu kehidupan kita sehari- hari. Salah satunya adalah apakah antara moral dan politik, sebenarnya merupakan dua konsep yang terpisah? Ataukah dua hal itu sama sekali tak dapat dipisahkan?


Ataukah politik dapat berjalan tanpa moral, sama seperti moral tak memerlukan politik?

Ataukah sebenarnya kita bahkan tidak memerlukan sama sekali kedua-duanya?

Saya pikir, seluruh pertanyaan di atas, tidak gampang untuk dijawab.

Dulu, Machieveli memunculkan gagasan untuk memisahkan politik dari moral. Dia mengatakan semua cara dapat dilakukan untuk mencari kekuasaan politik. Sebagai hasilnya, dia kemudian dituduh sebagai manusia yang hidup dengan setan, roh jahat, sebagai penulis yang immoral, seorang pendukung tirani dan kejahatan.

Tetapi sebenarnya ada juga yang melihat Machieveli sebagai manusia bermoral, seseorang yang sangat pragmatis terhadap kehidupan politik.

Dia dikenal sebagai orang pertama yang mengatakan bahwa atas nama kepentingan negara, maka segalanya dapat dilakukan, termasuk melanggar hukum sekalipun.

Apa yang disebut dengan kebutuhan negara, kata dia, adalah sesuatu yang tiada hukumnya dan moralitas tak ada tempatnya jika negara berada dalam bahaya.

Disebutkan juga bahwa Machieveli sebenarnya tak memisahkan moral dan politik, bahkan dia sebenarnya bicara tentang cara dan tujuan yang baik.

Machieveli menawarkan kekerasan bukan untuk kekuasaan itu sendiri, melainkan untuk memelihara negara menjadi kuat. Juga, Machieveli tak pernah berkata bahwa tujuan membenarkan cara.

Namun sama seperti kurang percayanya orang kepada politisi, demikian juga kepada Machieveli. Tanpa dikehendaki oleh Machieveli sendiri, dia sudah ditabalkan sebagai manusia jahat dengan pikiran- pikiran jahat, manusia yang menganjurkan manusia lain, jika perlu, menggunakan jalan jahat, jalan kekerasan, untuk mencapai tujuan.

Namun kita bersama kemudian menjadi saksi sejarah, bahwa ketika politik hanya menjadi alat, dengan mengacuhkan semua aturan yang ada, termasuk moral, atau mempraktekkan gaya machiavelist, maka yang ada hanya kehancuran.

Sejarah itu ada di Eropa, AS, Australia, dan juga Asia serta Afrika. Kekuasaan yang direngut dengan cara tak benar, berakhir dengan cara tak benar.

Pemerintah yang direbut dengan keduta, akan tumbang dengan cara yang sama. Kerajaan yang absolut, diruntuhkan dari singgasana.

Di negara yang mempraktekkan demokrasi pun, kerap kita saksikan kehancuran sebuah rejim, mana kala rejim itu mulai menghalalkan secara cara.

Itu sebabnya, berpolitik memerlukan panduan, sama dengan berbagai kegiatan lain, seperti kita baru beli HP baru dan ingin mengoperasikannya, yang selalu diiringi dengan buku panduang.

Berpolitik bukan sesuatu yang lepas dari lingkungannya, bahkan sebaliknya, berpolitik mesti memperhitungkan kehadiran aspek-aspek lain di lingkungan tersebut, sama seperti kita memakai HP baru, di dalam mana kita mungkin tak bisa menelpon jika kita berada di mesjid atau dalam ruang pertemuan.

Benar bahwa politik itu menuju kepada kekuasaan, kepada dominasi, kepada mayoritas. Tetapi jika kemudian dicapai dengan cara tak benar, maka esensi politik itu sudah hilang.
Politik adalah suatu tindakan kebudayaan, yang mensyaratkan peradaban, dan ketika syarat itu tak dipenuhi, maka politik sebagai tindakan kebudayaan sudah pula kehilangan ruhnya.

Moralitas adalah salah satu pedoman sebagaimana disebutkan di atas. Moralitas sejatinya adalah dan seharusnya dijadikan pondasi bagi setiap gerakan politik.
Moralitas adalah sesuatu yang menyangkut “how to be” di dalam kehidupan, sesuatu mengenai “bagaimana kita semestinya (berperilaku, bertindak) dalam kehidupan kita.

Moralitas mengandung nilai-nilai religius di dalamnya, nilai- nilai tentang baik, patut, wajar, dan sebagainya, yang membahagiakan manusia.

Moralitas adalah suatu rasa dalam berperilaku yang membedakan kemauan, keputusan, dan tindakan-tindakan yang baik (good, right) dan buruk (wrong, atau salah).

Dalam maknanya yang deskriptif, moralitas mengacu kepada nilai-nilai budaya dan perorangan atau personal, pedoman tingkah laku atau norma-norma sosial yang membedakan antara yang “baik” atau “salah” tetapi hanya mengacu kepada apa yang dianggap baik dan salah oleh individu atau kelompok.

Tetapi dalam maknanya yang normatif, moralitas mengacu langsung kepada apa yang baik dan salah, terlepas dari apa yang dipikirkan oleh seseorang. Pengertian seperti mengingatkan kita kepada kalimat yang sering kita dengar, “secara moral, orang ini bertanggung jawab” yang berbeda dengan kalimat “banyak yang percaya bahwa orang tersebut bertanggung jawab secara moral.”

Dalam pengertian yang normatif tadi, moral sering ditantang oleh apa yang disebut nihilism (yang menolak segal bentuk kebenaran moral).

Sejatinya makna moralitas yang normatif mesti menjadi landasan dalam tata kelola pemerintahan, baik oleh eksekutif maupun oleh legislatif.

Moralitas yang normatif, dengan demikian semestinya juga menjadi pertimbangan berperilaku para politisi, sebab di tangan mereka-lah kewenangan membuat aturan perundang-undangan diberikan.

Moralitas yang normatif membuat politisi menjadi paham makna “public goals” dengan “private goals.” Moralitas yang demikian melahirkan kesadaran bahwa tujuan tak boleh menghalalkan cara.


Sumber : www.acehinstitute.org
f
Share
t
Tweet
g +
Share
?
Unknown
7/26/2011
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Find Us :

Postingan Populer

  • Dunia Gagal Melawan Narkoba...Saatnya Legalkan Ganja?
    INILAH.COM, Jakarta – Sebuah komite narkoba internasional menyatakan gagal atas perang melawan obat-obatan terlarang. Mereka malah me...
  • Demi Atjeh Bak Mata Donja
    Written by TABLOID BERANDA | GAFFIN Alhamdulillah, walaupun Pak Cek, sudah  melanglang buana ke berbagai negara, tapi akhirnya...
  • Pembajakan Demokrasi
    SELAT Malaka dahulu terkenal dengan para perompak yang sering membajak kapal-kapal dagang yang melalui perairan Selat Malaka. Isu pembajaka...
  • Sosok pemimpin Tanoh Endatu...???
    (By : Ezzedin Al-Qassam)  Pro kontra mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Aceh, terjawab sudah. Komisi Pemilihan Umum Pusat memer...
  • Independen VS Partai Lokal
    (writen by : www.atjehpost.com) Lima tahun lalu, Aceh mendobrak yang mustahil di Indonesia. Damai setelah perang, istimewa diberikan kepada ...
  • Pengurus dan Kader PA Diminta Bersatu
    BANDA ACEH - Segenap pengurus, para kader dan simpatisan Partai Aceh (PA), serta Komite Peralihan Aceh (KPA) dan jajarannya diminta untuk b...
  • Referendum Calon Independen
    RAPAT Paripurna DPRA yang memutuskan menolak klausul tentang calon independen dalam Qanun Pilkada, sesungguhnya semakin mempertegas adanya...
  • Hasan Tiro, Sebilah Rencong dan Boh Manok Kom
    Written by TABLOID BERANDA | GAFFIN   “Lon deungo na yang meuneuk woe gampong. Boh manok kom mandum gata nyoe. Soe kirem boh manok k...
  • Waktu Azan
    "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia" (QS. Al Isra': 53). "Sesungguhnya setan itu adalah musuh ba...
  • Biaya Rokok Kalahkan Biaya Kesehatan
    BANDA ACEH - Hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe mengungkapkan bahwa biaya pengeluaran warga di daerah ...

Blog Archive

  • 2018 (1)
    • November (1)
  • 2017 (1)
    • Januari (1)
  • 2016 (7)
    • November (1)
    • Oktober (2)
    • Agustus (1)
    • Maret (3)
  • 2015 (3)
    • April (1)
    • Februari (1)
    • Januari (1)
  • 2014 (4)
    • September (1)
    • Mei (2)
    • Februari (1)
  • 2013 (4)
    • Desember (1)
    • Maret (2)
    • Januari (1)
  • 2012 (14)
    • Desember (2)
    • Agustus (1)
    • Juni (1)
    • April (2)
    • Maret (1)
    • Februari (3)
    • Januari (4)
  • 2011 (47)
    • Desember (2)
    • November (3)
    • Oktober (2)
    • September (6)
    • Agustus (1)
    • Juli (8)
      • Politik dan Moralitas
      • Drama Politik Aceh
      • Izin Perkawinan dan Perceraian PNS
      • Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2012
      • Perubahan Perpres 54 Tahun 2010 menjadi Perpres 35...
      • Referendum Calon Independen
      • Pembajakan Demokrasi
      • Irwandi Tak Akui Pimpinan GAM Selain Hasan Tiro
    • Juni (17)
    • Mei (1)
    • April (2)
    • Maret (5)

Kategori

  • Aceh
  • Aceh News
  • Hukum
  • Islam
  • Kepegawaian
  • Opini
  • Pengadaan Barang dan Jasa
  • Pilkada
  • Politik
  • Umum
Copyright 2013 Abu Nawàh Kageugröp, Kageugröp Kakeuh.... - All Rights Reserved
Template by Ezzedin Al-Qassam - Powered by Blogger